Wednesday, 18 April 2012

Pengertian Tentang Asuransi.


ini didukung oleh FPAI Financial Planning Association Indonesia Dan Hendri Hartopo, Konsultan Manajemen Keuangan Perbankan Asuransi dan Investasi, Penulis Buku Laris SAVE OR SORRY!” ********************************************************************* Selasa, 29 Januari 2008 Jam 7 -8 pagi WIB di Ramako 105.8 FM atau Indovision TV Channel 204. *********************************************************************
1. Pengertian Tentang Asuransi.
Prinsip Asuransi adalah: Arisan antar kelompok yang memiliki tujuan yang sama. Memindahkan risiko kerugian dari pribadi/kelompok kepada pihak lain, dengan membayar premi asuransi.
Meratakan risiko dalam bilangan besar (Prinsip Bilangan Besar). Semakin besar kelompok, maka semakin kecil risiko per individu yang tersebar dalam kelompok.
At most Good Faith (Kepercayaan / Kejujuran) Menggantikan kerugian (Indemnity) Kebutuhan dan tingkat risiko yang berbeda berdasarkan kelompok profesi, umur, jenis kelamin, status perkawinan, lokasi, dll.
2. Mengapa Asuransi Bisa Rancu dengan Investasi? Kehadiran industri asuransi yang lebih awal daripada pasar modal, menjadikan masyarakat hanya memiliki pilihan untuk belanja produk keuangan di industri asuransi, selain industri perbankan. Kondisi Masyarakat yang lebih sensitive (penolakan) terhadap asuransi (dalam hal ini adalah asuransi jiwa) membuat industri asuransi mengemas produk asuransi dalam beberapa bentuk agar bisa diterima oleh berbagai tingkat edukasi masyarakat. Mulai dari bentuk yang murni asuransi sampai kepada bentuk yang bersifat investasi. Kondisi sensitive ini juga yang menghasilkan trik-trik menjual asuransi yang berkembang menjadi penjualan dengan pendekatan investasi. Produk asuransi dibuat dengan mengolah pendekatan Time Value of Money (Nilai Waktu dari Uang) sedemikian rupa sehingga menarik sebagaimana layaknya investasi. Trik menjual asuransi yang dilakukan oleh agent asuransi biasanya dalam pendekatan emosional dan pendekatan rasional. Contoh pendekatan emosional adalah jaminan penghasilan keluarga bila terjadi musibah, jaminan pendidikan anak, jaminan tunjangan cacat / sakit berat. Contoh pendekatan rasional adalah pentingnya kebutuhan pendidikan anak untuk ditabung sejak dini.
 3. Apa Efek Buruk dari Hal ini? Pendidikan yang minim tentang asuransi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kepada masyarakat melalui produk asuransi menyebabkan ketidak sesuaian antara manfaat produk dengan harapan dari nasabah asuransi. Pengertian asuransi menjadi campur baur dengan investasi / tabungan. Pada saat nasabah menjadi lebih pandai dalam berinvestasi, pada saat pasar modal dan pilihan lain dalam berinvestasi lebih banyak, nasabah menilai kerugian dalam berinvestasi pada polis asuransi.
4. Apa Efek Baik dari Hal ini? Pada awal perkembangan pengetahuan masyarakat tentang asuransi, perusahaan asuransi menjadikan masyarakat mau membeli asuransi dan juga sekaligus menabung. Kalau tidak digabung dengan produk tabungan, masyarakat jadi kurang menabung. Banyak keluarga yang terjamin kelangsungan kesejahteraan keluarganya karena membeli polis asuransi. Banyak keluarga yang terbantu dana pendidikan anak karena menabung di polis asuransi pendidikan. Banyak keluarga yang terbantu biaya perawatan rumah sakit karena memiliki asuransi kesehatan. Perusahaan Asuransi mengajarkan masyarakat untuk berpikir membangun kesejahteraan jangka panjang, kemudian berkembang menjadi Perencanaan Keuangan.
5. Bagaimana Sebaiknya Terjadi? Perusahaan Asuransi (melalui agent asuransi) mengubah pendekatan produk (Product Base Approach) menjadi pendekatan kebutuhan (Need Base Approach). Perusahaan Asuransi membantu pendidikan masyarakat untuk pengertian yang lebih baik. Masyarakat belajar memahami konsep yang berbeda antara asuransi dan investasi, sehingga tidak memiliki harapan yang salah yang mengakibatkan kekecewaan yang salah karena pengertian yang salah. Masyarakat memiliki Strategi Asuransi yang terpisahkan dengan Strategi Investasi. Peranan Perencana Keuangan / Konsultan Kesejahteraan yang lebih baik.
6. Apa saja Kebutuhan Asuransi dan apa saja Produk Asuransi? Produk Asuransi pada dasarnya terbagi dalam 3 jenis: o Asuransi Jiwa o Asuransi Kesehatan o Asuransi Kerugian Produk Asuransi Jiwa pada dasarnya terbagi dalam 3 jenis: o Asuransi Berjangka (Term Insurance) o Asuransi Seumur Hidup (Whole Life Insuranse) o Asuransi Multi Guna (Endowment) Risiko Manusia Pada dasarnya adalah: o Risiko Mati Terlalu Cepat (Mati Muda) o Risiko Terlalu Tua (Tidak Mati-mati) o Risiko Cacat/Tanggungan (Mati Tidak Hidup Tidak) Kebutuhan Asuransi terdiri dari: o Keamanan / Kestabilan Perusahaan Asuransi o Kelengkapan Manfaat o Murah Kebutuhan Asuransi dibagi berdasarkan waktu: o Usia Yunior / dibawah Usia Produktif ( < 18 tahun – 23 tahun) o Usia Produktif 18/23 sampai usia 40 tahun o Usia Mapan / Paruh Baya 40 – 60 tahun o Usia Senior 60 – 80 tahun
7. Apa Hubungan Asuransi dengan Perencanaan Keuangan? Asuransi melindungi Perencanaan Keuangan kita. Dalam Perencanaan Keuangan kita memiliki Tujuan Keuangan dan Peta Perjalanan (Road Map) Kehidupan Keuangan (Keluarga) kita. Dalam konteks investasi sebagai sebuah rencana, maka bisa kita katakan bahwa: Asuransi bukan investasi. Asuransi adalah pelindung investasi kita. Asuransi adalah pelindung Perencanaan Keuangan kita, sehingga apa yang sudah kita canangkan dalam Road Map Perencanaan Keuangan kita, akan terjamin untuk tercapai, dengan atau tanpa diri kita menyertai keluarga kita. Investasi. Apakah investasi yang paling besar dalam kehidupan kita? Apa risiko-risiko yang mungkin terjadi dan menghalangi tujuan (keuangan) dalam kehidupan kita? Jiwa kita adalah modal terbesar dalam membangun kehidupan kita, yang tidak dapat dinilai dengan uang. Nilai Jiwa setiap orang adalah sama, yaitu tidak bernilai. Yang membedakan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain adalah nilai ekonomisnya. Ada yang menghasilkan nilai ekonomi Rp. 1 juta/bulan, ada yang bisa Rp. 100 jt/bulan, tergantung keahliannya. Maka, perlindungan asuransi adalah perlindungan jiwa / kehidupan berdasarkan Economic Value.
8. Berapa nilai perlindungan asuransi jiwa yang saya butuhkan? Maka, berdasarkan Ekonomic Value tersebut, kita menghitung nilai perlindungan asuransi jiwa yang kita perlukan. Ada beberapa cara pendekatan dalam menghitung kebutuhan asuransi jiwa kita. Untuk singkatnya kita hitung dengan pendekatan sederhana sebagai berikut. Diri kita selalu membutuhkan uang untuk keperluan kehidupan sehari-hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran tersebut, kita tentu mencari sumber pendapatan. Misalkan saya memiliki penghasilan setiap bulan Rp. 1 juta. Bila Anda ingin menghitung juga, silahkan kalikan dengan penghasilan Anda. Dengan uang Rp. 1 juta setiap bulan tersebut, keluarga saya terjamin biaya kehidupannya. Andaikan saya tidak ada (meninggal dunia) maka bagaimana agar keluarga saya tetap terjamin biaya kehidupannya? Situasi saya meninggal dunia, tidak akan menjadi persoalan bagi biaya kehidupan keluarga saya bila saya memiliki deposito senilai Rp. 240 juta. Dimana setiap bulan, deposito tersebut dengan asumsi suku bunga 5 % setiap tahun, 0.417 % setiap bulan, akan memberikan pengganti bagi keluarga saya sebesar Rp. 240 juta x 0.417% = Rp. 1 juta. Tetapi mungkin saya tidak memiliki deposito senilai Rp. 240 juta. Bagaimana jalan keluarnya agar keluarga saya tetap mendapat jaminan tersebut? Maka saya membutuhkan pertanggungan asuransi sebesar Rp. 240 juta dengan premi yang sesuai dengan usia saya. Bila usia saya adalah 30 tahun, maka premi asuransi untuk Rp. 240 juta tersebut adalah: Rp. 600.000,- saja setiap tahun. Nah, berarti bagaikan dalam diri saya, adalah sebuah sertifikat deposito yang sesuai dengan nilai ekonomis saya. Berapakah ”Nilai Deposito” dalam diri Anda?
9. Apa Strategi Asuransi yang kita perlukan? Strategi Asuransi yang kita perlukan, sesuai dengan kebutuhan asuransi kita berdasarkan waktu kehidupan kita (Life Cycle). Life Cycle Kebutuhan Strategy A. Yunior ·1 Keamanan / Kehidupan / Pendidikan ·1 Health Protection ·2 Education Saving Plan + Insurance B. Produktif ·2 Akumulasi Dengan Waktu ·3 Hemat ·3 Buy Term Invest The Rest ·4 Family Income Protection ·5 Health Insurance C. Mapan / Paruh Baya ·4 Keamanan Keluarga ·5 Kemudahan ·6 Health Insurance ·7 Family Income Protection D. Senior ·6 Kemudahan ·7 Kenyamanan ·8 Health Insurance ·9 Annuity
10. Apa Strategi Buy Term Invest The Rest. Strategi Buy Term Invest The Rest adalah suatu Strategy dalam menjalani kehidupan sehubungan dengan menentukan asuransi jiwa yang kita perlukan, dengan Membeli Asuransi Berjangka dan Menginvestasikan (selisih premi yang dibutuhkan dibandingkan dengan jenis asuransi lain) pada Instrument Investasi yang sesuai dengan Strategi Investasi kita. Keuntungan dari Strategi ini adalah: Murah Perlindungan yang Tepat seiring dengan kebutuhan kita. Kendali Investasi ada di tangan kita sesuai dengan Strategi Investasi kita. Tidak Under Insured atau Over Insured. Sesuai dengan Prinsip Perencanaan Keuangan.
11. Apa Perencanaan Keuangan Anda, dan Apa Kebutuhan Asuransi Anda? Life = Kehidupan Life Insurance = Jaminan Kehidupan Asuransi Jiwa = Translasi yang salah dari Life Insurance ”Perlindungan Jiwa” juga bukan terjemahan yang tepat untuk Life Insurance / Asuransi Jiwa karena Jiwa tidak bisa dilindungi, dan bukan untuk melindungi jiwa, asuransi itu ada. Jiwa adalah tidak bernilai dan tidak bisa dilindungi kecuali dengan kekuatan Sang Khalik. Yang dibisa dilindungi adalah Perencanaan Kita dalam menjalani kehidupan, bagaimana kita ingin membangun kehidupan kita. Seseorang yang masih single tentu memiliki Perencanaan dan seiring dengan waktu, ingin membangun kehidupan dan menjalani kehidupan sesuai dengan rencananya. Seseorang yang sudah berkeluarga dengan anak, tentu memiliki kehidupan dan kebutuhan jaminan kehidupan yang berbeda. Demikian juga yang sudah berkeluarga dan memiliki banyak anak. Dan seseorang yang sudah senior tentu memiliki kebutuhan dan jalan hidup yang berbeda pula. Bisa kita katakan bahwa kebutuhan dan perlindungan akan kebutuhan kita, berbeda seiring dengan waktu. Jadi, apa Perencanaan Keuangan Anda, Apa Kebutuhan Asuransi Anda, dan apa Strategi Asuransi Anda? Jakarta, 28 Januari 2008

No comments: